ASMAUL HUSNA (MA. KLS X)

MEMAHAMI ASMAUL HUSNA
(AL-MUQSITAL-WARITS, AN-NAFI, AL-BASIT, AL-HAFIDZ, AL-WALI, AL-WADUD, AR-RAFI’, AL-MU’IZZ DAN AL-AFFUW)

A.      LAFAL DAN ARTI ASMAUL HUSNA
ASMAUL HUSNA berasal dari kata asma artinya nama-nama, julukan, panggilan, sebutan atau gelar  dan Husna  artinya baik atau indah.  Menurut istilah asmaul husna ialah “nama-nama Allah yang Indah,  Agung lagi Mulia sesuai dengan sifat-sifat-Nya yang merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam Kebesaran dan Keagungan Dzat Allah SWT”
Jumlah asmaul husna ada 99 nama. Sementara lafad asmaul husna di dalam al-Qur’an terdapat dalam 4 (empat) ayat, yaitu;
1.       Dalam surat Thaha ayat 8,

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang baik),
2.       Surat al-A’raf ayat 180,

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
3.       Surat al-Hasyr ayat 24
  
Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

4.       Surat al-Isra ayat 110.  
 
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya[870] dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".
Sedangkan nama-nama Allah terdapat pada 3.207 ayat yang meliputi 96 nama, sementara tiga nama lainnya dijelaskan oleh Hadits Nabi, yakni al-Khafid (yang merendahkan), al-Mani’ (Yang Maha Mencegah) dan as-Sabur ( Yang Maha Sabar). Meskipun nama-nama tersebut dukan termasuk di dalam al-Qur’an, akan tetapi sama-sela;I tidak bertentangan dengan ayat al-Qur’an.
Asmaul Husna yang akan kita bahas adalah :
1.       AL-MUQSITH artinya Yang Maha Mengadili
2.       WARITS artinya Yang maha Mewarisi
3.       AN-NAFI artinya Yang Maha Pemberi manfaat.
4.       AL-BASIT artinya Yang Maha Melapangkan.
5.       AL-HAFIDZ artinya Yang Maha Penjaga.
6.       AL-WALIYY  artinya Yang Maha Melindungi  
7.       AL-WADUD artinya Yang Maha Mengasihi
8.       AR-RAFI’ artinya  Yang maha meninggikan
9.       AL-MU’IZZ artinya Yang Maha Terhormat
10.   AL-AFFUW artinya Yang Maha Pemaaf

B.      BUKTI KEBENARAN TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH MELALUI  10 ASMAUL HUSNA
1.      Al-Muqsith
Al-Muqsith  artinya  Maha Adil atau Yang Maha Mengadili. Sebagian Ulama mengatakan bahwa kata al-Muqsith lebih khusus dari makna kata al-‘Adil. Al-Adil menunjukkan bahwa allah Maha Adil dalam berbagai hal, sedangkan al-Muqsith menunjukkan makna lebih sempit dari  pada al-‘Adil, yaitu al-Muqsith mempunyai makna Allah Maha Adil dalam hal memutuskan perkara hukum. Pendapat ini dikemukakan oleh Al-Qurtubi yang didasarkan kepada al-Qur’an Surat al-Maidah [5] ayat 42 dan Surat al-Mumtahanah [60] ayat 8 .  
Artinya:  “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumthahanah :  8)

Al-Muqsith  mengandung pengertian bahwa Allah adalah Dzat yang peling berhak mengadili segala urusan , baik pada saat di dunia maupun ketika sudah di akhirat. Dengan sifat al-Muqsith ini siapa pun tidak akan lepas dari pengadilan Allah SWT. Karena ke-Mahakuasa-an allah dalam mengadili setiap urusan, manusia harus berusaha menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan apa yang digariskan oleh Allah SWT. Dengan sifat al-Muqsith ini di hadapan Allah semua makhluk termasuk manusia semuanya sama, yang membedakannya hanya ketakwaannya kepada Allah SWT. Dengan demikian yang paling mulia di sisi allah adalah mereka yang paling bertakwa kepada-Nya.

Siafat Allah al-Muqsit ini harus dijadikan dasar bagi manusia untuk menjadi penegak keadilan kepada sesamanya dalam peranannya masing-masing. Pemimpin harus adil kepada orang-orang yang dipimpinnya. Orang tua harus adil kepada semua anak-anaknya.

=====================materi selanjutnya silahkan download saja =========================


1 komentar: